Like an Eagle

pohon-bbentuk-kepala4501

Dunia ini terlalu lebar untuk ditapaki. Terlalu dalam untuk diselami. Dan terlalu luas untuk dinaungi.

Namun, tak akan ada kata “TERLALU” bagi seorang guru. . .

Guru juga murid. Guru adalah murid yamg diGURUkan di antara murid-murid lainnya, termasuk kita. . .

Begitu pula sebaliknya, murid juga guru. Murid adalah guru yang diMURIDkan yang kemudian akan menjadi seorang guru, dan kembali lagi menjadi seoramg murid.  Yaitu kita. . .

Siklus ini seperti halnya kehidupan sang elang.

Siapa saja berhak menggurui. Dan siapa saja berhak menjadi seorang murid.

Jadi,siapa saja berhak menjadi seorang murid ateupun guru, termasuk aku, termasuk juga dirimu,

DISINI

tambahilah kekuranganku, maka akan kutambah pula kelebihanmu. . .

Bedankt, LeLy. . .

Ketika Semua Kata Kehilangan Makna

Love is something blue

You can only lose something that you have, but you cannot lose something that you are.
Words are the voice of the heart.


Apa kau percaya, ada bahasa yang lain yang dimiliki manusia selain semua bahasa yang ada di planet bumi ini? Sebuah bahasa yang tak memiliki suara, kata-katanya pun tak membutuhkan aksara. Dan itu cinta.

Cinta adalah sebuah perjalanan yang tak bisa ditempuh dalam satu atau dua hari. Tidak juga dalam sebulan atau satu tahun. Tak ada peta untuk menemukan tempat bernama cinta. Tak ada buku panduan travelling yang bisa menuntun kita ke sana. Mana ada pula panduan menghemat budget untuk tiba di sana.

Cinta adalah perjalanan panjang, ia tumbuh tua bersama waktu dan manusia. Dan, ia tak pernah benar-benar jauh. Selalu memeluk manusia dengan erat. Mengisi celah yang mungkin hanya sejengkal itu. Memberi kita alasan untuk selalu pulang.

Love is a place that we keep visiting again and again. It annoys us to no end. And for something like this, we may call it HOME.

Yes, love is a home for every one. Indeed. :)

Read the rest of this entry »

Membaca Sinetron

Akhirnya, bisa menulis lagi. Kali ini, penulis akan membahas tentang fenomena sinetron di Indonesia. Agak berat memang temanya, namun tetep asyik kok. Yuk, mari dimulai.

BACKGROUND
Menjamurnya beragai macam sinetron akhir-akhir ini mulai banyak memunculkan fenomena-fenomena sosial yang menarik untuk dibahas. Stasiun-stasiun televisi, khususnya televisi swasta, mulai berlomba-lomba menayangkannya untuk menarik minat pemirsa sebanyak-banyaknya. Dengan segala upaya, mereka berusaha mengemas tayangan tersebut semenarik mungkin, mulai dari jalan cerita yang tidak bisa diterima akal sampai jalan cerita yang bebelit-belit, sehingga memperpanjang episode tayang. Namun, bagaimana halnya dengan sinetron bertema islami, atau yang lebih dikenal sebagai sinetron religi? Sinetron religi, bagi sebagian orang, dipandang sebelah mata, yang tidak lain hanyalah sebuah sinetron yang kemudian ditambahi bumbu-bumbu agamis, dan selanjutnya tidak ada yang berbeda dari sinetron-sinetron pada umumnya yang cenderung menggunakan Jakarta-sentris, Cinderella-complex, dan tema percintaan dalam plot-nya. Sinetron religi seharusnya tetap berada dalam jalurnya, berupa tayangan yang mencakup dan mengedepankan nilai-nilai agamis dalam kehidupan sehari-hari. Berikut sebuah judul sinetron religi sebagai sampel untuk diulas dalam kajian kebudayaan ini, “Pesantren dan Rock and Roll”. Terdapat beberapa alasan dalam pemilihan sinetron tersebut menjadi topik. Pertama, tayangan tersebut mencakup dan mengedepankan nilai-nilai kerohanian (Islam) dan moral dalam konteks kekinian, tidak melulu dengan Jakarta-sentris, Cinderella-complex, dan tema percintaannya. Kedua, sebuah keparadoxan yang cukup menggelikan, komersialisasi perangkat agama. Dan sebab terakhir, ketiga, yang merupakan kelanjutan dari sebab kedua, yakni adanya pen-stereotype-an masyarakat tertentu. Read the rest of this entry »

Selamat Idul Fitri 1432 H :)

<embed src=”http://zeglely.fileave.com/kartu%20lebaran.swf” width=”900%” height=”299″ />

</embed>

</object>

Jam Berapa?

‘T Officieel Een Student cuy!

with my new friends FIB

with my new friends FIB


:D